Minggu, 25 Maret 2012

John Terry: Saya Bukan Bos Chelsea!

Kapten Chelsea itu yakin Roberto Di Matteo sebagai pemimpin yang sesungguhnya di kamar ganti.

John Terry menegaskan pelatih Roberto Di Matteo bukan hanya menjadi boneka di Stamford Bridge karena pelatih asal Italia itu masih mengontrol semua urusan tim.

"Untuk memberikan balasan terhadap anggapan saya yang menjadi manajer, saya ingin menyatakan Robbie (Di Matteo) bangkit dan menjadi sosok besar yang memimpin tim," jelas Terry di the Evening Standard.
Terry terlihat memberikan instruksi di sebelah Di Matteo setelah ditarik keluar dalam kemenangan dramatis atas Napoli di Liga Champions pekan lalu.

Namun, Terry menganggap itu sebagai hal biasa, "Jika saya masih di lapangan, saya akan mengatakan hal yang sama seperti di luar lapangan. Itulah tugas saya sebagai kapten klub."

"Hanya karena saya sudah keluar, bukan berarti sikap saya berubah. Saya pemain Chelsea sejati, apakah itu di luar atau di dalam lapangan," tegasnya.

Tentang Di Matteo, Terry menambahkan, "Orang-orang mungkin melihat ini dengan cara yang salah, tetapi saya peduli dengan klub ini, kami semua peduli. Robbie dan stafnya patut mendapatkan pujian."

Minggu, 18 Maret 2012

John Terry Manajer Chelsea Sebenarnya?

Andre Villas-Boas tidak menghendaki ada orang lain memberi instruksi kepada pemainnya. Roberto Di Matteo mengatakan itu wajar saja.

Siapakah manajer Chelsea saat ini; Roberto Di Matteo atau John Terry?

Resminya, Roberto Di Matteo adalah cartaker manager. Namun saat laga Liga Champions melawan Napoli di Stamford Bridge, John Terry berteriak-teriak dari bangku cadangan, mengatur permainan rekan-rekannya.

Ia tertangkap kamera sedang memaksa Michael Essien turun ke belakang untuk memperkuat pertahanan. Essien terlihat lebih menuruti perintah Terry, dan mengabaikan instruksi Di Matteo.
Lebih 24 jam sebelum laga melawan Napoli, Terry membantah dirinya dan sejumlah pemain senior Chelsea lebih 'menguasai' ruang ganti, dan bertanggung jawab terhadap pemecatan Andre Villas-Boas.

Luiz Felipe Scolari, mantan manajer The Blues, memperingatkan pengganti Villas-Boas akan menghadapi kesulitan akibatnya kuat pengaruh pemain senior terhadap Roman Abramovich.

Menjawab pertanyaan soal 'ulah' Terry memberi instruksi kepada Essien dalam laga melawan Napoli, Di Matteo mengatakan; "Saya tidak merasa terganggu. Instruksi pemain berpengalaman kepada rekan-rekannya di lapangan adalah asset, bukan sesuatu yang sia-sia."

Setiap manajer, masih menurut Di Matteo, pasti ingin memiliki pemain yang bisa menjadi pemaimpin. Chelsea, masih menurut pelatih asal Italia itu, memiliki beberapa di ruang ganti.

Mengomentari sikap Villas-Boas, yang kerap terganggu dengan instruksi orang lain kepada pemainnya, Di Matteo mengatakan; "Saya bukan dia."
"Saya melihat adalah wajar pemain saling membantu dan mengingatkan tentang apa yang harus dilakukan untuk memenangkan pertandingan," lanjut Di Matteo.

Di Matteo juga mengatakan sebelum pertandingan dirinya meminta setiap pemain bertanggung jawab, saling membantu dan mengingatkan sesama rekan, agar Chelsea memenangkan laga. Ia tidak peduli bagimana cara Terry mengingatkan rekan-rekannya, apakah dari dalam atau luar lapangan.

Kepada The Mirror, Di Matteo juga mengungkapkan pemain Chelsea mulai muak dengan tuduhan terus-menerus akan adanya player power. Semua itu tidak benar.

"Tidak ada individu; pelatih, pemain, dan manajer, yang merasa lebih besar dari klub," Di Matteo mengakhiri.

Minggu, 04 Maret 2012

Roberto Di Matteo Juga Tak Disukai Di Chelsea?

Setelah memecat Andre Villas-Boas, manajemen Chelsea sepertinya tak bisa berharap banyak pada Roberto Di Matteo untuk membawa tim bangkit dari keterpurukan.

Hal itu tak bisa dilepaskan dari kesan yang dimiliki pemain Chelsea terhadap mantan gelandang klub London tersebut.

Orang dalam Chelsea menyebutkan bahwa Di Matteo tidak jauh berbeda dengan Villas-Boas. Oleh pemain Chelsea, Di Matteo dinilai sebagai sosok yang sombong.
"Pemain tak tahan dengan Villas-Boas karena kesombongannya. Tapi mereka juga tak suka dengan Roberto," kata sumber Chelsea, Senin (5/3).

"Ia terlalu sombong. Mungkin saja pemain bisa mendukungnya di awal, tapi setelah sejumlah hasil buruk, mungkin juga akan berakhir sama buruknya, atau bahkan bisa lebih buruk."

"Dari atas ke bawah goncang. Sepertinya mereka tak punya pelatih. Tak ada pemain yang memegang kendali latihan, tak ada seorang pun pemain yang melihat adanya acuan," tandasnya.

Di Matteo sendiri mendapat posisi sebagai caretaker Chelsea hingga ditunjuk pelatih baru kelak.


RESMI: Chelsea Pecat Andre Villas-Boas

Chelsea akhirnya memecat manajer Andre Villas-Boas menyusul sejumlah penampilan buruk sepanjang sebulan terakhir.

Chelsea menyerah 1-0 di markas West Bromwich Albion pada Liga Primer Inggris, Sabtu (3/3) kemarin. Pertandingan tersebut rupanya menjadi kesempatan terakhir bagi Villas-Boas duduk sebagai juru taktik Si Biru. Manajemen melakukan evaluasi dan memutuskan tidak lagi mempercayakan jabatan manajer kepada pria Portugal itu.

"Villas-Boas sudah dilepaskontrak oleh Chelsea," bunyi pernyataan resmi klub.

"Direksi ingin menyampaikan rasa terima kasih atas kerja kerasnya dan menyatakan kekecewaan kami karena hubungan kerja sama ini berakhir terlalu dini."

"Sayangnya hasil dan penampilan tim tidak cukup baik dan tidak ada tanda-tanda perbaikan pada periode penting musim ini."

"Klub masih bertarung di Liga Champions dan Piala FA, serta memperebutkan posisi empat besar klasemen Liga Primer Inggris, dan kami ingin tetap kompetitif di semua ajang itu."

"Dengan pertimbangan itu, satu-satunya pilihan adalah melakukan perubahan."

Chelsea menunjuk asisten Roberto Di Matteo untuk bertugas sebagai manajer tim hingga akhir musim. Si Biru hanya mampu mengemas enam dari kemungkinan maksimal 18 poin sebulan belakangan. Mereka kini tercecer di peringkat kelima dan berjarak tiga poin dari Arsenal di batas zona Liga Champions klasemen.

Video